Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menanam Gambas (Oyong) Dari Biji Agar Berbuah Lebat

Gambas atau biasa dikenal dengan nama oyong merupakan tanaman sayuran yang memiliki buah berwarna hijau dan bentuk yang sedikit mirip dengan pare serta hidup secara merambat.

Tanaman sayuran ini biasanya dikonsumsi dengan cara dimasak untuk menjadi sayuran kuah bening yang menyegarkan.

Secara ekonomi, sayuran ini tidak menjadi sayuran yang prioritas untuk ditanam oleh petani karena kalah saing dengan pare dan kacang panjang.

Cara Menanam Gambas (Onyong) Dari Biji Agar Berbuah Lebat

Namun, jika kita berbicara dengan argumentasi supply & demand, maka semakin sedikit permintaan maka semakin sedikit persaingan dan harga jual juga sedikit lebih tinggi.

Jadi, kamu bisa memanfaatkan peluang ini untuk mulai mencoba menanam gambas baik itu untuk tujuan ekonomi yaitu dijual maupun untuk konsumsi keluarga.

Selain itu, waktu penanaman hingga panen yang tidak terlalu lama juga membuat kamu bisa menyelingi dengan menanam tanaman lainnya.


Untuk menanam sayuran ini, kamu perlu memperhatikan beberapa aspek, seperti lingkungan tempat menanam yang optimalnya adalah memiliki suhu 18-24 derajat celcius dan perhatikan juga apakah wilayah kamu mendapatkan sinar matahari yang baik atau tidak, karena tanaman ini sangat membutuhkan pasokan sinar matahari untuk tumbuh setiap saatnya.

Selain itu, tanaman gambas juga merupakan tanaman yang membutuhkan tanah yang tidak rentan dengan kekurangan air, karena jika asupan air yang kurang dapat menyebabkan pertumbuhan gambas menjadi terhambat seperti gagal berbuah hingga kering dan mati.

Namun, tanaman ini bisa ditanam di berbagai musim asalkan pasokan air tercukupi dan ditanam pada wilayah tanah yang memiliki pH netral (5,8 - 6,8) dan kelembaban sekitar 50 - 60%.

Berikut cara menanam gambas (oyong) dengan baik dan benar agar tumbuh subur.

Persiapan lahan

Sebelum mulai menanam gambas, ada baiknya untuk kamu mempersiapkan terlebih dahulu lahan yang akan digunakan.

Jika ingin menanam di wilayah sekitaran rumah, bisa menggunakan polybag sebagai tempat media tanam gambas.

Pertama, kamu perlu untuk menggemburkan tanah yang akan digunakan menggunakan cangkul secara merata dan buatlah bedengan dengan ukuran lebar sekitar 80 cm - 100 cm agar memudahkan dalam proses perawatan dan pemupukan nanti.

Setelah itu, campurkan pupuk organik pada lahan yang akan digunakan atau bisa juga dengan menggunakan urea, TSP ataupun KCL. perbandingan pupuk dan tanah jika menggunakan urea, TSP, KCL bisa menggunakan perbandingan 1:2:1.

Setelahnya biarkan lahan sekitar 1-2 minggu agar pupuk dapat bekerja dan bercampur dengan tanah dengan baik.

Pembenihan

Sembari menunggu waktu persiapan lahan, kamu bisa langsung membuat benih gambas, jika menggunakan biji bisa dengan cara membeli di toko atau jika ingin hemat bisa dengan membuat sendiri dengan cara memilih biji yang sudah tua lalu dikeringkan menggunakan cahaya matahari.

Setelah itu, rendam biji yang sudah dibeli pada cairan ZPT, cairan ini kamu bisa membelinya atau membuat sendiri dengan bahan alami seperti dengan menggunakan air cucian beras maupun dengan pupuk kompos.

Media tanam untuk pembenihan bisa menggunakan tanah maupun dengan menggunakan kapas yang lembab.

Penanaman gambas

Setelah biji gambas sudah memiliki daun dan akar yang kuat, kamu bisa memindahkan benih ke media tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Buatlah lubang terlebih dahulu dan masukan biji satu persatu dengan jarak 40-60 cm perlubang.

Tutup menggunakan tanah dan lakukan penyiraman secara rutin.

Pemasangan lanjaran.

Cara Menanam Gambas (Onyong) Dari Biji Agar Berbuah Lebat
Karena gambas tumbuh dengan menjalar, maka perlu pemasangan lanjaran setelah penanaman dilakukan, agar tanaman gambas tidak langsung menempel pada tanah dan menjadi busuk.

Bisa menggunakan tinggi 1 meter untuk panjang lanjaran dan dirangkai agar mempermudah dalam proses perawatan dan pemanenan nantinya.

Perawatan tanaman gambas

Untuk merawat tanaman gambas terbilang cukup mudah, pertama kamu perlu untuk membuang gulma yang tumbuh disekitar pohon gambas yang ditanam.

Setelah itu kamu bisa mengecek satu persatu tanaman gambas apakah ada yang tidak tumbuh maupun mati, jika ada sebaiknya kamu melakukan penyulaman agar tidak ada ruang kosong di lahan.

Jangan lupa juga untuk memastikan pasokan air yang mencukupi karena tanaman ini membutuhkan pasokan air yang lancar agar tidak mengalami kekeringan dan bisa mengakibatkan gagal berbunga dan mati.

Pemupukan bisa dilakukan setelah 10 hari masa tanam menggunakan pupuk NPK 16-16-16 dan dilakukan secara rutin setiap 1 minggu sekali tergantung kondisi tanah tempat kamu menanam gambas.


Lakukan juga pengendalian hama dengan menyemprotkan insektisida dan fungisida jika terdapat hama yang mengganggu sesuai dengan kondisi dilapangan.

Pemanenan buah gambas / oyong

Karena waktu tanam yang relatif singkat, sekitar 40-70 hari setelah tanam sudah bisa dilakukan pemanenan awal pada buah gambas.

Buah gambas yang sudah siap dipanen merupakan buah yang masih muda dengan kulit yang berwarna hijau dan tidak terlalu mengkilat serta belum berserat sehingga mudah untuk dipatahkan menggunakan tangan.

Proses pemanenan bisa dilakukan setiap 2-3 hari sekali dalam waktu 1 musim tanam bisa dilakukan 25 hingga 30 kali pemanenan, hal ini tergantung dengan varietas yang ditanam ya.

Itulah cara menanam gambas yang mudah menggunakan biji dan bisa juga dengan menggunakan media tanam polybag agar berbuah dengan lebat.

Semoga artikel ini bermanfaat ya. jangan lupa share.

1 komentar untuk "Cara Menanam Gambas (Oyong) Dari Biji Agar Berbuah Lebat"